Senin, 05 Januari 2009

ANEKA OLAHAN LIDAH BUAYA

         Lidah buaya (Aloe vera) bukan tanaman asing bagi kita. Hal ini terlihat dari banyaknya orang yang telah menanam dan memakainya. Bentuk batang tanaman ini pendek dengan daun seperti tombak.daun berdiri tegak dan di pinggirnya berbaris duri yang tidak begitu tajam. Letak daun bersap-sap, rapat, melingkar, serta mempunyai daun yang berwarna hijau berlapis lilin dan di dalamnya terdapatdaging daun yang tebal berwarna bening (Furnawanthi, 2003).

          Di dunia ada 350 jenis aloe, hanya 3 yang diperdagangkan secara komersiil. Aloe chinensis yang banyak ditanam di Pontianak, cape aloe alias Aloe ferox – asli Afrika yang bayak dipakai sebagai obat, dan curacao aloe alias Aloe barbadensis. Dari ketiganya, yang disebut terakhir paling banyak dimanfaatkan. Lidah buaya ditemukan oleh Phillip Miller pada tahun 1768 semula dikembangkan di Kepulauan KAribia dan Barbados di Samudera Atlantik pada abad 16. ia lebih dikenal sebagai Aloe vera, berarti aloe yang asli. Lalu berkembang hingga Amerika, Meksiko, Venezuela, Republik Donimika dan Australia (Wahjono, 2002).

          Lidah buaya pertama kali masuk ke Indonesia sekitar abad ke-17. Ia dimanfaatkan sebagai tanaman hias yang ditamam di pekarangan rumah sebagai obat luka baker atau kebotakan. Baru pada decade 1990-an, lidah buaya dilirik industri makanan dan minuman (Anonim1, 2002).

Walapun sudah dikenal lama, hanya sedikit masyarakat yang tahu manfaat dan khasiat tanaman ini. Padahal, kandungan di dalam lidah buaya tidak sekedar untuk mencuci rambut, tetapi juga bias mengobati penyakit, menghaluskan kulit, menyuburkan rambut, atau sebagai minuman dan makanan kesehatan. Dengan berbagai keunggulan yang dikandungnya, tanaman berlendir ini dapat dijadikan lahan bisnis baru, sehingga bias menjadi tanaman agroindustri (Furnawanthi, 2003).

          Tanaman lidah buaya mudah tumbuh di pekarangan rumah-rumah, tahan musim kering, cepat tumbuh, banyak hasilnya, tahan hama dan penyakit serta kaya zat gizi. Dalam daging lidah buaya terkandung bermacam-macam mineral, asam amino, serta, enzim-enzim, vitamin, serta berbagai zat bioaktif yang bermanfaat bagi kesehatan (Anonim2, 2002).

         Berikut tabel hasil analisis kandungan komponen nutrisi gel lidah buaya dalam 100 gram,

Tabel. Kandungan nutrisi gel lidah buaya dalam 100 gram
No Komponen Jumlah
1 Air 99,510 %
2 Lemak 0,067 %
3 Karbohidrat 0,043 %
4 Protein 0,038 %
5 Vitamin A 4,594 IU
6 Vitamin C 3,476 mg
7 Total padatan terlarut 0,490 %
( Dewi, 2002 ).
         Kandungan yang terdapat dalam lidah buaya adalah
1. Kandungan berupa cairan
a. Cairan bening seperti jeli, mengandung zat antibakteri dan antijamur, salisilat, antibengkak, membantu regenerasi sel
b. Eksudat atau cairan berwarna kekuningan yang mengandung Aloin. Cairan ini dimanfaatkan sebagai pencahar komersial.
2. Zat-zat yang terkandung dalam Lidah Buaya, antara lain lignin, saponin, vitamin B1, B2, cholin, asam folat, enzim (oksidase, amylase, katalase, lipase, protease), Mono dan polisakarida, selulosa, glukosa, mannose, aldopentosa, rhamnosa, zat aloin (Furnawanthi, 2003).

      Karena potensinya yang tinggi sebagai makanan kesehatan di luar negeri lidah buaya banyak digunakan sebagai bahan baku utama untuk minuman kesehatan dan kecantikan. Disamping diproduksi besar-besaran dalam skala industri berbentuk minuman, bentuk lain dari produk lidah buaya adalah gel, pekatan atau konsentrat lidah buaya dan bubuk atau tepung lidah buaya. Industri yang memanfaatkan lidah buaya sangat luas, antara lain industri kosmetika, makanan dan minuman, farmasi dan kimia. Lidah buaya jenis Aloe vera tidak menimbulkan keracunan baik pada manusia maupun hewan (Anonim2, 2002).

Lidah buaya merupakan tanaman yang fungsional karena semua bagian dari tanaman dapat dimanfaatkan, baik untuk perawatan tubuh maupun untuk mengobati berbagai penyakit. Berikut adalah bagian lidah buaya yang dimanfaatkan untuk pengobatan :
1. Daun, keseluruhan daun dapat langsung digunakan, baik secara tradisional maupun dalam bentuk eksudat. Daun lidah buaya berfungsi sebagai antijamur, antibakteri, menurunkan kadar gula dalam darah, mengontrol tekanan darah, menstimulasi kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit kanker, serta dapat digunakan sebagai nutrisi bagi penderita HIV.
2. Eksudat, adalah getah yang keluar dari daun saat dilakukan pemotongan. Eksudat berbentuk kental, berwarna kuning dan rasanya pahit. Eksudat dapat berfungsi sebagai bahan pencahar.
3. Gel, adalah bagian berlendir yang diperoleh dengancara menyayat bagian dalam daun setelah eksudat dikeluarkan. Gel sangat mudah rusak karena mengandung bahan aktif dan enzim yang sangat sensitive terhadap suhu, udara dan cahaya, serta bersifat mendinginkan. Gel dapat berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, menghilangkan keletihan, menghilangkan stress, bahan pembersih tubuh, membantu menyembuhkan dan menguatkan fungsi-fungsi tubuh, mengeluarkan bahan kimia serta pengharum buatan dari dalam tubuh. Selain itu juga bias berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan sel-sel yang tadinya rusak karena luka dan menciutkan jaringan sel (Furnawanthi, 2003).

Berikut ini adalah khasiat lidah buaya berdasarkan riset

1. menghambat infeksi HIV
2. Nutrisi tambahan bagi pengidap HIV
3. Menurunkan kadar gula darah penderita diabetes
4. Mencegah pembengkakan sendi
5. Menghambat sel kanker
6. Membantu penyembuhan luka
7. Menyembuhkan ambient dan radang tenggorokan
8. Antibakteri
9. Mengatasi gannguan pencernaan
10. Membantu penyembuhan luka bekas operasi
(Furnawanthi, 2003).

Di Pontianak, minuman lidah buaya sudah lama dikenal. Tanaman yang semula hanya dimanfaatkan sebagai obat panas dalam, penyubur rambut atau menyembuhkan luka, sejak 1998 mulai diolah menjadi minuman segar. Selain koktail, lidah buaya juga kini diolah menjadi dodol, selai dan teh (Paimin, 2002).


       

GLUTEN (DAGING TIRUAN)

          Daging dikenal sebagai makanan yang berfungsi sebagai sumber protein. Protein itu sendiri bersifat sangat esensial bagi tubuh karena kehadirannya merupakan keharusan untuk menggganti sel-sel tubuh yang sudah tua dan rusak,memelihara keseimbangan nitrogen dalam tubuh. Daging hewani sering menimbulkan masalah bagi kesehatan, bahkan bersifat toksik atau racun yang memicu timbulnya berbagai macam penyakit berbahaya yang sulit disembuhkan. Namun protein bagi tubuh tidak hanya diperoleh dari daging hewani, melainkan juga terkandung dalam bahan nabati terutama kacang-kacangan. 
         Daging hewani terkenal dengan kandungan lemak dan protein, namun jika lemak dan protein tersebut dikonsumsi secara terus menerus dalam jangka waktu yang panjang dapat membahayakan kesehatan. Daging mengandung lemak jenuh dan asam amino non esensial yang menyebabkan peningkatan kolestrol darah yang dapat menyumbat dinding pembuluh darah. Beberapa masalah kesehatan yang muncul akibat konsumsi daging hewani yang berlebihan, mendorong sebagian orang untuk meninggalkan konsumsi daging hewani. Bagi mereka yang memilih menjadi vegetarian (orang yang berpantang makan daging, tetapi hanya makan sayuran dan bahan nabati lainnya) meninggalkan kebiasaan makan daging bukanlah hal yang mudah. Namun sekarang telah muncul berbagai inovasi makanan untuk vegetarian, yang memiliki cita rasa dan tekstur yang tidak terlalu berbda dengan daging asli. Salah satunya adalah gluten “si daging” tiruan.
             Daging tiruan merupakan daging rekayasa yang dibuat dari bahan-bahan nabati. Konon gluten pertama kali ditemukan pada awal abad ke-7 Masehi oleh pendeta Budha di Tiongkok. Ketika itu, para pendeta yang enggan meninggalkan kelezatan daging berupaya keras menemukan protein nabati sebagai substitusi daging. Karena di daratan Tiongkok banyak terdapat lading gandum, para pendeta tersebut akhirnya bereksperimen dengan membuat adonan sederhana dari tepung gandum dan air.
            Saat meremas dan mengolah adonan itu di dalam bak air, mereka menemukan sesuatu yang baru. Ternyata tepung kanji itu hanyut di dalam air. Semakin keras digiling dan diremas, semakin banyak tepung kanji yang terpisah dan hanyut di dalam air, Hasilnya, tersisa sebuah bahan yang kenyal dan mengandung protein yang cukup tinggi. Setelah dimasak dengan kaldu beraneka rasa selama beberapa waktu, bahan kenyal yang kemudian dikenal dengan nama gluten ini berubah wujud menjadi bahan bertekstur lembut mirip daging.
          Bahan yang digunakan dalam pembuatan gluten adalah tepung terigu yang mempunyai kandungan protein yang cukup tinggi, seperti terigu Cakra dan Kereta Kencana dan sebagainya, agar diperoleh gluten yang banyak. Jenis tepung yang lain bisa digunakan, namun gluten yang diperoleh tidak sebanyak gluten dari terigu berprotein tinggi. 
          Beberapa keunggulan daging tiruan yang dibuat dari bahan-bahan nabati antara lain adalah
1. Aman karena tidak mengandung kuman penyakit, sehingga tidak masalah jika dimasak tidak terlalu lama
2. Tahan lama disimpan dan tidak cepat membusuk
3. Mengandung zat gisi yang aman bagi tubuh
4. lebih ekonomis karena bahan mudah diperoleh dan harga terjangkau
5. Lebih cepat dalam memasakanny, karena gluten cepat matang
6. tidak menyebabkan alergi dan mudah diterima oleh semua lapisan masyarakat.
                Gluten yang telah masak, dapat diolah menjadi berbagai masakan seperti kita memasak daging hewani, seperti soto, rawon, bistik, stek, sate dan lain sebagainya sesuai dengan selera. Dari segi tekstur, gluten tidak jauh berbeda dengan tekstur daging hewani yang kenyal dan rasanya juga agak gurih.

Kamis, 10 Juli 2008

Uji Sensoris

BAB VIII
METODE PENGUJIAN ORGANOLEPTIK

Pengujian organoleptik mempunyai macam-macam cara. Cara-cara pengujian itu dapat digolongkan dalam beberapa kelompok. Cara pengujian yang paling populer adalah kelompok pengujian pembeda an (defference tests) dan kelompok pengujian pemilihan (preference tests). Di samping kedua kelompok pengujian itu, dikcnal juga peng ujian skalar dan pengujian deskripsi. Jika kedua pengujian pertama banyak digunakan dalam penelitian, analisis proses, dan penilaian hasil akhir, maka dua kelompok pengujian terakhir mi banyak diguna kan dalam pengawasan mutu (quality control). Diluar 4 kelompok pengujian itu masih ada uji-uji sensorik lain, termasuk di sini adalah uji konsumen.
Suatu hal yang sangat penting dalam pengujian, terutama dalam pengujian pemilihan dan skalar, adalah contoh pembanding. Jika contoh pembanding diberikan, yang perlu diperhatikan bahwa yang terutama dijadikan faktor pembanding adalah satu atau lebih sifat sensorik dan bahan pembanding itu. Karena itu, sifat lain yang tidak dijadikan faktor pembanding harus diusahakan sama dengan contoh yang diujikan. Hal mi penting agar panelis tahu sensorik apa yang diujikan dan tidak terjadi kekeliruan atau salah paham antara penge lola pengujian dan panelis.
Contoh pembanding mi dapat secara fisik turut disuguhkan dalam pelaksanaan pengujian tetapi dapat pula tidak disuguhkan. Dalam hal terakhir mi contoh pembanding hanya dideskripsikan dan sifat sifat sensorik yang dijadikan adalah sif at yang sudah dikenal betul oleh panelis. Dalam hal mi panelis diminta mengingat kembali sifat itu dan mencamkan bctul-betul sebelum melakukan penginderaan. Sebagai contoh pembanding dapat digunakan komoditi baku, komo diti yang sudah dipasarkan atau bahan yang telah diketahui sif at sifatnya.
A. PENGUJIAN PEMBEDAAN
Pengujian pembcdaan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara dua contoh. Meski pun dalam pengujian dapat saja sejumlah contoh disajikan bersama tetapi untuk melaksanakan pcmbedaan selalu ada dua contoh yang dapat dipertentangkan.
Uji-uji mi digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persa maan antara dua produk dan komoditi yang sama. Yang terakhir mi terutama dan segi konsumen.
Untuk mempertentangkan contoh-contoh yang diuji dapat meng gunakan bahan pembanding (reference) tetapi dapat pula tanpa bahan pembanding. Jika kita berminat hanya pada ada atau tidak ada perbedaan antara dua contoh produk maka bahan pembanding tidak pcrlu. Sebaliknya jika kita berminat pada pengaruh suatu perlakuan maka diperlukan bahan pembanding. Pembedaannya dapat mempunyai arah atau tanpa arah. Pembedaan berarah jika dalam pembedaan contoh-contoh itu disertai arah perbedaan yaitu, lebih kecil atau lebih besar dan bahan baku. Jika pembedaan itu tidak berarah tidak perlu disertai pernyataan lebih yang satu terhadap yang lain; cukup kalau dapat menyatakan bahwa pcrbedaan itu ada. Jika dalam pembedaan itu diguriakan bahan pembanding (reference) maka sifat-sifat organoleptik yang ingin dibedakan harus betul-betul jelas dan dipahami para panelis. Keandalan (reliability) dan uji pembedaan tergantung dan pengenalan sifat mutu yang diinginkan, tingkat latihan, dan kepekaan masing-masing anggota panelis.
Jumlah anggota panelis mempengaruhi derajat keandalan hasil pengujian. Meskipun dernikian uji pembedaan yang dilakukan seca ra saksama dengan menggunakan panelis yang terlatih akan mem- berikan hasil pembedaan yang jauh lebih baik daripada yang dilakukan tanpa menggunakan panelis terlatih meskipun dengan anggota panelis yang besar jumlahnya.
Uji pembedaan biasanya menggunakan anggota panelis yang ber jumlah 15-30 orang yang terlatih. Dengan panelis demikian biaya penyclenggaraan Iebih kecil dan hasil pengujiannya cukup peka. Segi kerugiannya ialah bahwa hasil pengujiannya tidak dapat mem ben petunjuk apakah perbeciaan itu dikehendaki atau tidak.
Macam-macam uji pembedaan
1. Uji pasangan
Uji pasangan juga disebut paired comparison, paired test atau dual corn paration. Cara pengujian mi termasuk paling sederhana dan paling tua, karena itu juga sering digunakan. Dalam pengujian de ngan uji pasangan, dua contoh disajikan bersamaan atau berurutan dengan nomor kode berlainan. Masing-masing anggota panel diminta menyatakan ada atau tidak ada perbedaan dalam hal sifat yang d ujikan. Agar pengujian mi cfektif, sifat atau kriteria yang diujikan harus jelas dan dipahami paneis.
Ada dua cara uji pasangan yaitu dengan dan tanpa dengan bahan pembanding (reference). Dan dua contoh yang disajikan yang satu dapat merupakan bahan pembanding atau sebagai kontrol sedang kan yang lain sebagai yang dibandingkan, dinilai atau yang diuji. mi dilakukan misalnya membandingkan hasil cara pengolahan lama sebagai contoh baku atau pembanding dan hasil cara pengolahan baru yang dibandingkan atau dinilai. Dalam hal uji pasangan dengan pembanding, bahan pembanding dicicip lebih dulu baru contoh ke dua. Tetapi dapat juga dua contoh itu tidak mempunyai bahan pem banding. Misalnya membandingkan 2 macam hasil dan dua daerah. Dalam hal mi ingin diketahui atau dinilai ialah ada atau tidak ada nya perbedaan sifat basil dan kcdua daerah itu. Dalam uji pasangan, pengujian dapat dianggap cukup jika panelis telah dapat menyatakan ada atau tidak adanya perbedaan. Dalam uji pasangan tanpa bahan pembanding kedua contoh itu disajikan secara acak. Di samping itu pengelola pengujian dapat pula meminta keterangan lebih lanjut pada para panelis untuk menyatakan lebih lanjut tingkat perbedaan. Ting kat perbedaan dapat dinyatakan, misalnya: perbcdaan sedikit, Se dang, banyak.
Meskipun uji pasangan itu sederhana penyelenggaraannya, tetapi tidak mudah dalam memberi interpretasi hasil analisisnya. Karena hanya 2 contoh disajikan bersama-sama maka chance of probability dan masing-masing contoh untuk dipilih adalah V2 atau 50%. Ke simpulan tidak dapat diambil jika panelisnya sedikit. Jumlah panelis yang dibutuhkan biasanya di atas 10 orang.

2. Uji segitiga (triangle test)
Uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Peng ujian mi lebih banyak digunakan karena lebih peka daripada uji pasangan. Uji mi mula-mula diperkenalkan oleh 2 ahli statistik Den mark pada tahun 1946. Dalam pengujian mi kepada masing-masing panelis disajikan secara acak 3 contoh berkode. Pengujian ketiga contoh itu biasanya dilakukan bersamaan tetapi dapat pula berurut an. Dua dan 3 contoh itu sama dan yang ketiga berlainan. Panells diminta memilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dan 2 yang lain. Dalam uji mi tidak ada contoh baku atau pembanding.


Dalam memberi penilaian tidak boleh ragu-ragu, hams memilih atau menerka salah satu yang dianggap paling berbeda. Demikian pula jika panclis tidak dapat membedakan ketiga contoh tersebut. Karena 3 contoh sekaligus maka hams disiapkan agar ketiga ukuran, bentuk, warna atau sifat-sifat contoh yang tidak dimiliki dibuat sama. Sebagaimana halnya uji pasangan, dalam uji segitiga dapat pula ditanyakan lcbih lanjut tingkat perbedaan. rrctapi hasil mengenai tingkat perbedaan tidak lagi peka atau kurang meyakinkan. Dalam uji segitiga kescragaman ketiga contoh sangat penting agar dapat dihindari pengaruh penyajian.
Di dalam pelaksanaan uji segitiga, panelis diminta mcmilih satu di antara 3 contoh yang berbeda dengan yang lain. Karena contoh yang dinilai ada tiga maka peluang secara acak adalah 1/3 atau
331/3%.
3 Uji duo-trio
Uji mi scpcrti halnya pada uji segitiga, tiap-tiap anggota panel disajikan 3 contoh, 2 contoh dan bahan yang sama dan contoh ketiga dan bahan yang lain. Bedanya ialah bahwa salah satu dan 2 contoh yang sama itu dicicip atau dikenali dulu dan dianggap sebagai con toh baku, sedangkan kedua contoh lainnya kemudian. Dalam penyu guhannya ketiga contoh itu dapat diberikan bcrsamaan. Atau contoh bakunya diberikan lcbih dulu baru kemudian kedua contoh yang lain disuguhkan.

Dalam pelaksanaan uji, panelis diminta untuk memilih satu di antara
2 contoh tcrakhir yang sama dengan contoh baku atau pembanding.
Karena contoh yang dinilai ada dua maka peluang secara acak adalah
‘/2 atau 50%.
4. Uji pembanding ganda (dual standards)
Uji pembanding ganda juga disebut dual sMndards. Bentuk penguji an pcmbanding ganda menyerupai uji duo-trio. Jika pada uji duo- trio digunakan satu contoh baku sebagai pembanding maka pada uji pembanding ganda digunakan dua contoh baku sebagai pemban ding yaitu A dan B. Kedua contoh pembanding itu disuguhkan ber samaan sebelum contoh-contoh yang akan diuji diberikan. Panelis diwajibkan mengenali dan mengirigat sifat-sifat sensonik kedua contoh pembanding yang diujikan, misalnya jika baii tengik yang diujikan maka panelis harus sudah betul-betul mengenali dan hafal bau tengik itu dan pembauan. Setelah semua panelis yang akan melaksa nakan uji bau itu betul-betul mengetahui bau tengik pada contoh pembanding, barulah dua contoh yang diujikan disuguhkan secara acak.
Dalam pengujian mi panelis diminta menyebut yang mana dan kedua contoh yang diujikan sama dengan pembanding A dan yang mana yang sama dengan pembanding B. Uji mi balk untuk membe dakan bau-bauan atau sifat bau komoditi. Di samping itu uji mi juga baik digunakan untuk memilih suatu tim panelis yang akan diguna kan sebagai panel penguji pembedaan. Karena jumlah contoh yang dinilai ada dua maka peluang secara acak adalah ‘/2 atau 50%.

5. Uji pem banding jamak (muitp!e standards)
Uji peznbandirig jamak juga disebut multiple standards. Dalam uji pembanding janiak digunakan 3 atau Iebih contoh pembanding.

Senin, 28 Januari 2008

PROSPEK ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

PROFESI ALUMNI ILMU DAN TEKNOLOGI
1. Industri Pangan (Supervisor Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), Manajer Produksi, Staf Research and Development (R&D), Konsultan)
Kompetensi:
  • Mampu menganalisis parameter mutu dalam bahan (sifat fisik, kimia, biologis)
  • Menguasai standar mutu pangan (nasional maupun internasional)
  • Mampu memimpin tim pengendali mutu (bahan, proses, dan produk akhir)
  • Mampu merencanakan, mengendalikan, mengarahkan, dan memimpin proses produksi
  • Mampu menggali potensi pengembangan produk
2. Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Departemen Pertanian, Balitbang, POM(Pengawas Obat dan Makanan), LIPI,dll
Kompetensi:
  • Mampu melayani masyarakat dengan baik
  • Mampu mengkoordinir bagian yang dipimpinnya di Instansi tempat ia bekerja
  • Berwawasan luas
  • Menguasai Teknologi
3. Konsultan Pangan dan Gizi
Kompetensi
  • Mampu memberi konsultasi kepada industri makanan tentang produksi, pemasaran, trend produk, serta kualitas produk makanan
  • Mampu memberi konsultasi tentang permasalahan konsumsi gizi dan keamanan pangan
4. Pengusaha
Kompetensi
  • Mampu merencanakan dan mendirikan suatu perusahaan
  • Menguasai manajemen perusahaan
  • Mengembangkan usaha yang telah berjalan

Selasa, 20 November 2007

Juara LOKAIPO


Berikut kami umumka juara LOKAIPO 2007 adalah:

Juara I : Nessya Damayanti, dari : SMA Muhammadiyah 2 Surakarta : judul :Pemanfaatan Ubi Ganyong (Canna edulis) Untuk Membuat Sereal Bayi

Juara II: Ariesta Finda Firdyatama, dari: SMK Negeri 1 Karanganyar: Balita Kita Masa depan Kita

Juara III: Retno Dyani Rahmawati, dari: SMA Kristen Karangmalang Sragen: Menu Sehat Untuk Kegiatan Bersekolah

Juara Harapan I: Agung Setiawan, dari: SMA Widya Wacana: Bahaya Mengintip dari Makanan Kaleng


Senin, 22 Oktober 2007

MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI PASARAN BEBAS

k-12

MUTU DAN KEAMANAN PANGAN DI PASARAN BEBAS

Oleh: Ninik Meiyanti dan Anaastasia


Pendahuluan

Dalam krisis moneter seperti ini, pengembangan agroindustri yang mempunyai peluang dan berpotensi adalah agroindustri yang memanfaatkan bahan baku utama produk hasil pertanian dalam negeri, mengandung komponen bahan impor sekecil mungkin, dan produk yang dihasilkannya mempunyai mutu yang bersaing di pasaran internasional. Agroindustri yang dibangun dengan kandungan impor yang cukup tinggi ternyata merupakan industri yang rapuh karena sangat tergantung dari kuat atau lemahnya nilai rupiah terhadap nilai dolar, sehingga ketika dolar menguat industri tidak sanggup membeli bahan baku impor tersebut.

Keamanan pangan, masalah dan dampak penyimpangan mutu, seta kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pengembangan sistem mutu industri pangan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri dan konsumen, yang saat inui sudah memulai mengantisipasinya dengan implementasi sistem mutu pangan. Karena di era pasar bebas ini industri pangan Indonesia mau tidak mau sudah harus mampu bersaing dengan derasnya arus masuk produk industri pangan negara lain yang telah mapan dalam sistem mutunya dan memuncaknya barang dipasaran sehingga kurangnya pengawasan dapat menjadikan bahaya terhadap konsumen.


Latar Belakang

Salah satu sasaran pengembangan di bidang pangan adalah terjamin pangan yang dicirikan oleh terbebasnya masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan.

Hal ini secara jelas menunjukan upaya untuk melindungi masyarakat dari pangan yang tidak memenuhi standar dan persyaratan kesehatan. Sasaran program keamanan pangan adalah: (1) Menghindarkan masyarakat dari jenis pangan yang berbahaya bagi kesehatan, yang tercermin dari meningkatnya pengetahuan dan kesadaran produsen terhadap mutu dan keamanan pangan; (2) Memantapkan kelembagaan pangan, yang antara lain dicerminkan oleh adanya peraturan perundang-undangan yang mengatur keamanan pangan; dan (3) Meningkatkan jumlah industri pangan yang memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan diberlakukannya UU No. 7 tentang pangan tahun 1996 sebuah langkah maju telah dicapai pemerintah untuk memberi perlindungan kepada konsumen dan produsen akan pangan yang sehat, aman, dan halal.

Gambaran keadaan keamanan pangan selama tiga tahun terakhir secara umum adalah: (1) Masih ditemukan beredarnya produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan; (2) Masih banyak dijumpai kasus keracunan makanan; (3) Masih rendah nya tanggung jawab dan kesadaran produsen serta distributor tentang keamanan pangan.


Permasalahan

Pada masa sekarang karena banyaknya persaingan pasar yang memproduksi bahan pangan menjadikan para produsen kurang memperhatikan mutu dan kualitas barang yang telah diproduksikan dan dipasarkan. Begitu juga sama halnya dengan para konsumen yang tidak terlalu perduli dengan mutu serta kualitas karena para konsumen hanya memperhatikan harga yang murah sehingga banyak para konsumen yang tidak memperoleh manfaat dari bahan pangan tersebut secara maksimal.

Pada permasalahan mutu pangan dipasaran bebas terdapat 4 masalah utama mutu dan keamanan pangan Nasional yang berpengaruh terhadap perdagangan pangan baik domestik maupun Global: (Fardiaz, 1996).

Pertama, Produk pangan yang tidak memenuhi persyaratan mutu keamanan pangan yaitu: (1) Penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang atau melebihi batas produk pangan, (2) Ditemukan cemaran kimia berbahaya ( Pestisida, Logam berat, Obat-obatan pertanian ) pada berbagai produk pangan, (3) Cemaran mikroba yang tinggi dan cemaran mikroba patogen pada berbagai produk pangan, (4) Pelabelan dan periklanan produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (5) Masih beredarnya produk pangan kadaluarsa termasuk produk impor, (6) Pemalsuan produk pangan, (7) Cara peredaran dan distribusi produk pangan yang tidak memenuhi syarat, (8) Mutu dan keamanan produk pangan belum dapat bersaing dipasar Internasional.

Kedua, Masih banyak terjadi kasus keracunan makanan yang sebagian besar belum dapat dilaporkan dan belum di Identifikasi oleh penyebabnya. Ketiga, Masih rendahnya pengetahuan, keterampilan, dan tanggung jawab produsen pangan tentang mutu dan keamanan pangan. Ke empat, Rendahnya kepedulian konsumen tentang mutu dan keamanan pangan yang disebabkan pengetahuan yang terbatas dan kemampuan daya beli yang rendah, sehingga mereka masih membeli produk pangan dengan tingkat yang rendah.


Tujuan

Dengan bervariasi kasus yang terjadi pada mutu dan keamanan pangan di Indonesia maka Pemerintahan telah membuat kebijakan Nasional tentang mutu dan keamanan pangan telah disusun yang terlibat dalam pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan. Kebijakan mutu dan keamanan pangan Nasional tersebut adalah sebagai berikut ( Kantor Menteri Negara pangan, 1997 ):

  1. meningkatkan mutu dan keamanan pangan melalui penelitian dan pengembangan, pengembangan peraturan perundang-undangan serta kelembagaan.

  2. meningkatkan mutu gizi pangan dalam upaya meningkatkan status gizi masyarakat.

  3. memberikan jaminan bahwa pangan sebagai bahan baku industri maupun konsumsi, bebas dari konstaminasi bahan kimia, biologi dan toksin, serta tidak bertentangan dengan keyakinan yang dianut oleh masyarakat.

  4. menerapkan secara terpadu system jaminan mutu dan keamanan pangan sejak pra produksi, selama proses produksi sampai konsumen baik dalam pembinaan maupun pengawasan melalui program system Mutu dan Keamanan Pangan Nasional.

  5. meningkatkan pengawasan melekat/mandiri (self regulatory control) pada produsen, konsumen, pengolah, pedagang, serta Pembina dan pengawas mutu dalam melaksanakan Jaminan Mutu dan Keamanan Pangan.

  6. melarang memperdagangkan (ekspor dan impor) pangan yang melanggar ketentuan secara Internasional telah disepakati bersama.

  7. melaksanakan sertifikasi dan menerbitkan sertifikat mutu produk pangan yang memenuhi persyaratan Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi produsen, eksportir dan eksportir produsen yang telah mampu menerapkan sistem manajemen mutu dan keamanan pangan.

  8. menjaga standar mutu yang tinggi dalam setiap aspek kinerja pembinaan danh pengawasan mutu dan keamanan pangan.

  9. melaksanakan pemasyarakatan program mutu dan keamanan Pangan Nasional.

  10. pengembangan sumber daya manusia pembinaan dan pengawasan mutu pangan melalui pendidikan dan latihan.


Kajian Literatur

Hasil diskusi Implementasi Sistem Mutu Dan Keamanan Pangan dari berbagai Instansi terkait tentang impleentasi tentang Implementasi Sistem Mutu dan Keamanan Pangan Nasional telah menyepakati berbagai kegiatan/sub program yang perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan keamanan pangan secara nasional yang dibedakan atas program utama dan penunjang (Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997), sebagai berikut:

Program utama: (1) Pengembangan sumberdaya manusia pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (2) Pengembangan sarana dan prasarana pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan mutu dan gizi pangan, standarisasi mutu dan keamanan pangan; (4) Pengembangan sistem keamanan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (5) Penyelenggaraan pelayanan pembinaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan; (6) Pemasyarakatan sistem mutu dan keamanan pangan; (7) Penelitian dan pengembangan mutu dan keamanan pangan; (8) Pengembangan harmonisasi internasional sistem pembinaan dan sistem pengawasan mutu dan keamanan pangan; (9) Pengembangan sistem analisis resiko; dan (10) Pengembangan sistem jaringan informasi pembinaan mutu pangan.

Program Penunjang: (1) Kegiatan pengembangan pengendalian lingkungan; (2) Pengembangan penyuluhan mutu dan keamanan pangan; (3) Pengembangan peraturan perundang-undangan mutu dan keamanan pangan; dan (4) Pengembangan kelembagaan dan kemitraan dalam bisnis pangan.


Simpulan dan saran

Simpulan


Mutu dan keamanan pangan harus benar-benar diperhatikan oleh produsen maupun konsumen. Hal ini dapat menjadi masalah yang sangat besar terhadap kesehatan dan kemajuan pasar bebas di Indonesia, oleh karena itu Badan kesehatan Indonesia harus melakukuan pemeriksaan dan pengawasan mutu dan keamanan pangan.

Dalam hal ini dapat dilakukan dengan uji mutu dan keamanan pangan serta kelayakan bahan pangan untuk dikonsumsi sesuai dengan ketentuan umum yang telah ditetapkan oleh Pemerintah. Sehingga mutu dan keamanan pangan dapat terjamin untuk dikonsumsi oleh konsumen.


Saran

Pemerintah harus lebih memperhatikan kualitas, mutu, serta keamanan pangan terutama pada kawasan pasar bebas yang berkembang pesat di Indonesia saat ini sehingga banyak Negara tetangga yang mengimport barang produksinya ke Indonesia dan para pedagang yang menrima pasokan barang import tersebut tidak memperdulikan mutu dan keamanan bahan pangan tersebut.


Pustaka Acuan

Sussi astute @ yahoo. Com

Budi cahyono, Food Safety dan Implemrntasi Quality System

Ferdiaz, S, 1996. Food Control Policy, WHO National Consultant Report Directorate of Drug and Food, Minstry of Healt. Jakarta, September 1996.

Kantor Menteri Negara Urusan Pangan, 1997. Kebijakan Nasional dan Program Pembinaan Mutu Pangan, Jakarta.


Biodata Penulis

Ninik Meiyanti, lahir di Boyolali Jawa Tengah tanggal 30 Mei 1991. Pendidikan Formal di mulai dari SD Ngadirejo II Ngadarejo Kartasura, SMP Batik Surakarta, SMA Batik 2 Surakarta sampai sekarang masih duduk di kelas XI IA 2.


Anaastasia Farah Sandi, lahir di Biak Irian Jaya 12 Oktober 1990. Pendidikan Formal di mulai dari SD Kartasura 4, SMP 2 Gatak, SMA Batik 2 Surakarta sampai sekarang masih duduk di kelas XI IS 1.



PENGARUH AYAM SUNTIKAN TERHADAP TUBUH MANUSIA

k-11

PENGARUH AYAM SUNTIKAN TERHADAP TUBUH MANUSIA

Oleh: Dwi Prihatina


Abstrak :

Kebebasan masyarakat dal;am mengolah makanan sangat rendah.Manusia hanya insan lemah yang hanya bisa mengandalkan trik yang kurang memperhatikan resikonya.Masyarakat sangat terobsesi dengan keuntungan yang banyak.Pemikiran masyarakat menjadi rendah dan sulit meninggalkan kebiasaan buruk.

Daya pikir manusia menjadi rendah,sumber daya akan menurun, kesehatan menjadi tidak terjamin.


Kata kunci : daya pikir,sumber daya manusia,resiko,kualitas gizi.


1.Pendahuluan

1.1 Latar belakang

Pertumbuhan masyarakat semakin maju,teknologi makin canggih.daya cipta makin bertambah.kebutuhan masyarakat makin banyak.Apabila masyarakat diberi kebebasan yang lebih,mungkin ada yang memanfaatkan untuk bertindak yang tidak baik,keliru menyalahgunakan tindakan tersebut.

Kecenderungan masyarakat dalam menilai aspek tersebut sering kali diketahui ,bagaimana masyarakat menanggapinya dan memandangnya.Di era globalisasi sekarang ini manusia harus bisa mawas diri., cepat dalam menanggapi masalah,tepat dalam suatu pendapat.Oleh karena itu manusia dituntut untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing.Manusia disini sebagai insane yang meggunakan akal tanpa batas.


1.2 Permasalahan

Dalam permasalahan ini saya akan membahas tentang ayam suntik terhadap manusia.Namun hal pertama yang harus diketahui yaitu bahwa mutu pangan diIndonesia kurang begitu baik dan kualitasnya juga belum begitu gizi.

Kesehatan Indonesia belum mencapai peringkat yang baik..Gizi diIndonesia masih buruk,Manusia mengolah makanan hanya untuk mencari keuntungan bukan untuk memperbaiki kualitas kesehatan manusia. Maraknya perdagangan ayam suntik, memaksa Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakan) setempat menggelar razia, dibeberapa pasar.Namun menjelang Lebaran ini justru ramai dijualbelikan di pasar karena harganya lebih murah. Bahkan, pedagang jarang yang menjual ayam tanpa suntik, kecuali ada pesanan khusus.

Para pedagang dan pembeli tidak mengetahui,zat apa yang terkandung didalm ayam tersebut,padahal ayam tersebut jelas-jelas mengandung lemak yang berlebihan dan mengandung kadar air yang banyak.

Kecenderungan masyarakat memilih ayam basah mungkin juga karena terbatasnya ekonomi masyarakat dan karena harga-harga semakin naik dalam menjelang Lebaran.


1.3 Tujuan

Tulisan Karya Ilmiah Ini Saya tulis Untuk;

  1. Mengungkapkan permasalahan yang dihadapi masyarakat Indonesia dalam waktu yang lama

  2. Menganalisis keadaan Masyarakat Indonesia tentang kemajuan kesehatan

  3. Mengajukan solusi untuk memajukan tingkat gizi Indonesia


2. Kajian Literatur

Ambisi para pedagang untuk meraih keuntungan lebih,membuat para pedagang yakin dengan membuat jalan pintas merupakan jalan terbaik.Ayam suntikan yang lebih dikenal dengan ayam basah mempunyai kadar lemak yang berlebihan,dan bakteri yang terkandung lebih banyak.Pengawasan mutu pangan diIndonesia kurang begitu baik,hal ini disebabkan karena masyarakat hanya ingin mencari keuntungan,murah harga dan kelezatan makanan tersebut,tetapi tidak memperhatikan resiko dari makanan yang dikonsumsinya.Tradisi penjualan Ayam suntikan biasanya meledak pada saat bulan Ramadhan dating.Dan itu semua udah menjadi tradisi para penjual ayam suntikan.

Dalam hal tersebut pedagang tidak begitu memperhatikan resikonya,hanya saja mereka mengetahui bahwa ayam rersebut banyak mengandung air dan lemak yang berlebihan. Para pembelipun terkadang juga tidak begitu memperhatikan kadar ayam tersebut Menurut para pedagang, ayam suntik lebih diminati pembeli, meski sudah diketahui kualitasnya berbeda. Walaupun sudah diberitahu jika ayam itu mengandung air, mereka tetap membeli.Mereka menjual ayam basah meniru pedagang lain dan kenyataannya lebih laris dibandingkan ayam tanpa suntikan.

Lemak yang terdapat pada ayam tersebut bisa menyebabkan Manusia menderita penyakit asam urat,saraf dan impotensi pada jantung.

Namun para pembeli juga tidak begitu memperhatikan resikonya,tapi mereka hanya mengandalkan kenikmatan saat daging itu diolah dan harganya yang brelatif murah.

Adapun ciri-ciri Dari Ayam suntikan tersebut antara lain:

  1. Ayam banyak mengandung Air.

  2. bila digantungkan ayam tersebut meneteskan air.

  3. Berat ayam menjadi bertambah drastis.

  4. Ayam saat digoreng akan menyusut dan daging menjadi mudah gosong.

Pedagang mengakui, penyuntikan ayam sebenarnya cukup merepotkan dan memakan waktu. Caranya, ayam yang sudah dicabut bulu dan dipisahkan dari jeroannya, disuntik air pada bagian paha, dada, dan punggung agar air merata ke seluruh badan. Penyuntikan selama ini dilakukan pedagang sendiri, tapi ada yang menggunakan jasa rumah pemotongan ayam.

Dalam rumah produksi ayam suntikan pun,kebanyakan bersembunyi-sembunyi ,karena takut akan adanya petugas Razia yang akan merazia ayam tersebut.

Namun juga ada yang terus terang,karena pedagang juga ada yang tidak takut untuk dirazia.

Omset dalam Penjualannya pun lebih besar dan menguntungkan.jelas hal ini lebih menguntungkan karena satu potong ayam bila disuntik akan mengandung 1 0ns air.Dan harga dari ayam itu rata-rata Rp.10.000 /klg


3. Simpulan dan Saran

3.1 Simpulan

Pertumbuhan masyarakat Indonesia Membuat Bangsa menjadi Maju,namun keterbatasan Akal dalam mengolah pangan yang baik terhambat oleh adanya tingkah manusia yang tidak bisa menerima kenyataan tentang resiko yang akan dihadapi,membuktikan bahwa,Kualitas dan mutu Indonesia belum sepenuhnya Terisolir dan terjaga mutunya.Pembeli hanya mementingkan kemurahan harga.

Pemanfaatan pangan yang baik membuat masyarakat tahu bahwa segala sesuatu pangan yang cara penyajiannya menyimpang pasti mengandung bakteri yang banyak.


3.2 Saran

Diharuskan untuk selalu menggelar razia tentang pemasaran ayam suntikan yang marak dipasaran. Dikeluarkannya undang-undang tentang ayam,serta masyarakat harus diberitahu tentang bahaya dari ayam suntikan tersebut,harus diketahui mutu dan zat-zat yang bisa membuat tubuh menjadi rusak.

Masyarakat harus memulai hidup sehat dan meninggalkan cara mengkonsumsi makanan yang salah.

Masyarakat harus sadar bahwa makan yang dikonsumsi sehari-hari harus steril dan dalam penyajiannya harus dilakukan dengan cara yang halal.

Jangan melihat makanan dari harganya saja,tapi lihatlah dari segi mutu dan kualitasnya.


Pustaka Acuan

www.google.com

www.pikiran-rakyat.com


Biodata

Dwi Prihatina,Lahir di Sukoharjo Jawa Tengah, pada tanggal 22 Desember 1990,Pendidikan Formal Dimulai Dari SD MIM Waru Baki Sukoharjo,SMP Batik Surakarta,SMA Batik2 Surakarta sampai sekarang masih duduk dikelas IX IA2.